• Beranda
  • Panel Listrik Data Center
  • Produk
    • UPS
      • APC
      • EATON
      • VERTIV
    • Battery (UPS/Forklift)
      • CSB
      • GFORCE
      • ICAL
      • Kijo
      • Luminous
      • Panasonic
      • Yuasa
  • Youtube Channel
  • Join Reseller
  • Blog
  • Hubungi Kami

Tag: battery ups

April 15, 2024April 15, 2024

Jenis Baterai UPS: Jangan Salah Pilih, Bisa Fatal!

Jenis-Jenis Baterai UPS Baterai UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah salah satu komponen penting dalam sistem proteksi daya yang digunakan untuk menyediakan pasokan listrik darurat saat terjadi pemadaman listrik. Jenis-jenis baterai UPS yang tersedia saat ini menawarkan berbagai keunggulan dan kegunaan yang berbeda tergantung pada kebutuhan aplikasi dan lingkungan operasinya. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa jenis baterai UPS yang umum digunakan, serta kegunaan dan kelebihannya. Baterai Asam Timbal (Lead-Acid Battery) Jenis Baterai ini adalah salah satu jenis baterai UPS yang paling umum digunakan. Baterai ini terdiri dari sel-sel yang berisi larutan asam sulfat encer dan elektroda dari timbal. Jenis baterai ini cocok untuk aplikasi UPS yang membutuhkan daya cadangan dengan jumlah yang besar.  Baterai ini juga dapat menangani lonjakan arus yang tinggi saat daya beralih dari pasokan utama ke baterai. Untuk harganya sendiri, baterai ini tergolong relatif murah dari teknologi baterai UPS lainnya. Umur baterai ini terbilang awet dan bisa digunakan untuk jangka panjang bila dirawat dengan baik. Baterai Nickel Cadmium (NiCd) Baterai Nickel Cadmium adalah jenis baterai UPS lainnya yang umum digunakan, meskipun semakin banyak digantikan oleh teknologi yang lebih modern seperti Baterai Asam Timbal dan Baterai Lithium-Ion. Namun, NiCd masih memiliki tempat dalam beberapa aplikasi khusus.  Biasanya baterai ini digunakan dalam aplikasi yang memerlukan keandalan khusus yang tinggi, serta dapat bertahan di suhu ekstrem dan kondisi lingkungan yang keras. Selain itu juga baterai jenis ini dapat menangani siklus pengisian ulang dengan cepat dan tentunya memiliki umur keawetan yang panjang. Hanya saja baterai ini kurang rentan terhadap efek memori jika dibandingkan dengan beberapa jenis baterai lainnya. Baterai Lithium-ion Baterai Lithium-ion adalah teknologi baterai yang semakin populer dalam aplikasi UPS dan paling banyak digunakan karena kepadatan energi yang tinggi dan kemampuan untuk menangani beban listrik yang berat dalam ukuran yang relatif kecil. Sehingga cocok untuk aplikasi UPS yang membutuhkan daya tahan dan mobilitas tinggi, seperti data center, kendaraan darurat, dan peralatan portabel. Baterai Lithium-Ion sering digunakan dalam aplikasi dengan ruangan yang terbatas dan bobot daya yang ringan. Jenis baterai ini memiliki kemampuan untuk menangani banyak siklus pengisian dan pengosongan yang baik, serta tidak membutuhkan perawatan yang intensif seperti baterai asam timbal. Namun jangan salah, baterai ini memiliki daya tahan yang kuat dan umur yang panjang. Baterai Nickel Metal Hydride (NiMH) Baterai ini merupakan tipe baterai UPS yang lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan baterai NiCd, karena baterai ini tidak mengandung unsur logam berat seperti unsur Cadmium dan juga lebih mudah untuk di daur ulang. Selain itu, baterai NiMH juga memiliki kapasitas yang lebih besar dan cenderung tidak terpengaruh oleh fenomena memori atau penurunan kapasitas karena diisi ulang sebelum benar-benar habis. Jenis yang satu ini menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi daripada baterai asam timbal, sehingga baterai ini lebih cocok untuk penggunaan yang memerlukan daya tahan yang lebih lama. Baterai VRLA (Valve Regulated Lead Acid) Baterai VRLA (Valve Regulated Lead Acid) dan SLA (Sealed Lead Acid) telah menjadi pilihan utama sebagai sumber daya cadangan dalam sistem UPS (Uninterruptible Power Supply). Jenis ini juga dikenal sebagai baterai gel atau AGM (Absorbent Glass Mat), dirancang untuk meminimalkan kehilangan air elektrolit dengan menggunakan katup pengaturan tekanan.  Jenis baterai ini memiliki umur pakai yang relatif panjang jika dirawat dengan baik, sehingga memberikan investasi jangka panjang yang baik untuk sistem UPS. Ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam sistem UPS dengan kebutuhan daya cadangan yang stabil dan perawatan minimal sehingga cocok diigunakan dalam UPS rumahan, ponsel, dan sistem penyimpanan energi terbarukan. Selain itu terdapat Baterai SLA (Sealed Lead Acid) juga merupakan pilihan populer untuk aplikasi UPS karena kemudahan penggunaannya dan perawatan minimal yang diperlukan. Meskipun tidak semuanya menggunakan katup pengaturan tekanan, beberapa varian SLA dapat memberikan keuntungan yang serupa dengan baterai VRLA dalam konteks UPS.  Baterai SLA menawarkan keandalan dan kestabilan yang tinggi dalam memberikan daya cadangan saat terjadi pemadaman listrik, sehingga melindungi peralatan sensitif dari kerusakan atau kehilangan data. Baterai SLA umumnya memiliki biaya awal yang terjangkau, sehingga memberikan solusi yang hemat biaya untuk perlindungan daya yang handal. Dalam memilih jenis baterai UPS yang tepat untuk perusahaan Anda, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan daya, lingkungan operasional, dan faktor-faktor lain seperti biaya dan keandalan. Dengan memahami kegunaan dan kelebihan masing-masing jenis baterai, Anda dapat membuat keputusan yang terinformasi untuk memastikan sistem UPS Anda dapat menyediakan daya cadangan yang diperlukan saat dibutuhkan. Anda dapat memilih UPS dengan baterai terbaik dari penyedia yang terpercaya, yang bukan hanya menyediakan produk terbaik, namun juga memberikan jaminan layanan. Tentunya Anda bisa mendapatkan hal tersebut hanya di www.Jpower.id ya!

Read More
February 12, 2024

Tips Memilih Baterai UPS yang Tepat dan Cara Merawatnya

Baterai merupakan komponen vital dalam UPS yang menentukan performa dan daya tahannya. Oleh karena itu, Anda mungkin membutuhkan tips untuk memilih baterai UPS yang baik sangatlah penting untuk memastikan perlindungan optimal bagi perangkat Anda. Untuk informasi secara garis besar Uninterruptible Power Supply (UPS) merupakan perangkat penting untuk menjaga kelancaran dan keamanan peralatan elektronik saat terjadi gangguan daya. Berikut adalah beberapa tips dan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih baterai UPS yang baik: Jenis Baterai UPS Terdapat dua jenis baterai UPS utama: Baterai Lead Acid: Jenis baterai ini merupakan jenis baterai yang paling umum dan ekonomis atau terbilang murah. Baterai lead acid memiliki masa pakai rata-rata 3-5 tahun dan membutuhkan perawatan rutin, seperti pemeriksaan dan pengisian daya secara berkala. Namun, baterai jenis ini juga memiliki kekurangan yaitu memiliki masa beban yang cukup berat, umur pakai yang relatif pendek, dan rentan terhadap sulfatasi atau pengendapan kristal timbal sulfat pada pelat-pelat baterai. Baterai Lithium-Ion: Jenis baterai ini terbilang cukup lebih mahal daripada baterai lead acid, namun baterai jenis ini menawarkan masa pakai yang lebih lama yaitu hingga 10 tahun dan bebas perawatan. Baterai lithium-ion juga memiliki masa yang lebih ringan dan memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi, namun baterai ini agak sensitif terhadap suhu tinggi, dan memerlukan sistem pengamanan khusus untuk mencegah terjadinya overcharging atau overheating. Kapasitas Baterai Untuk kapasitas baterai UPS diukur dalam Ampere Hour (Ah). Kapasitas yang tepat akan menentukan durasi UPS dapat menyuplai daya saat terjadi pemadaman listrik. Pertimbangkan kebutuhan daya perangkat Anda dan pilihlah baterai dengan kapasitas yang sesuai.  Jika semakin tinggi kapasitas sistem cadangan baterai, maka semakin banyak perangkat elektronik yang dapat dicolokkan secara sekaligus. Namun, jika Anda memiliki bisnis dan akan memiliki sejumlah barang elektronik besar yang dicolokkan ke sistem cadangan UPS Anda, maka Anda perlu mempertimbangkan untuk membeli sistem UPS dengan sistem cadangan baterai berkapasitas lebih besar. Tetapi jika Anda hanya memerlukan sistem cadangan untuk digunakan dirumah pada perangkat seperti komputer, desktop, dan sebagainya, tentunya Anda tidak terlalu membutuhkan kapasitas yang besar. Durasi Baterai yang Dibutuhkan Saat memilih baterai UPS, Anda perlu memperhatikan mengenai runtime atau durasi baterai dalam menyuplai daya saat pemadaman listrik. Hal ini merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan, beberapa hal ini mungkin dapat membantu Anda memilih tipe baterai UPS seperti apa yang cocok, diantaranya: Tentukan tujuan Anda, ketika Anda ingin berfokus untuk mematikan perangkat Anda dengan aman ketika listrik padam, maka Anda harus memilih runtime minimum yang cukup untuk dapat mematikan perangkat dengan aman. Ketika Anda ingin menggunakan UPS untuk menjaga perangkat Anda tetap hidup dan berjalan dengan baik saat pemadaman listrik, maka Anda harus memilih runtime dengan durasi yang lebih lama, untuk memastikan perangkat Anda tetap beroperasi hingga daya listrik Anda memadai dengan baik. Pahami tentang kapasitas runtime. Runtime sendiri dipengaruhi oleh Kapasitas Baterai dan Beban watt yang terhubung. Semakin kecil beban watt, semakin lama baterai bertahan. Namun jika semakin besar beban watt, maka semakin pendek runtime. Sehingga Anda perlu cermat dalam memilih baterai UPS yang sesuai ya! Merek Baterai Memilih baterai UPS juga perlu diperhatikan untuk merek atau brand yang ingin Anda gunakan, karena ini cukup berpengaruh lho! Pilihlah baterai UPS dari merek terpercaya yang memiliki reputasi baik dalam hal kualitas dan daya tahan. Pastikan baterai tersebut kompatibel dengan model UPS Anda. Garansi Pilihlah baterai yang menawarkan garansi yang memadai untuk melindungi Anda dari kerusakan atau cacat produk. Anda perlu memilih baterai yang memiliki garansi setidaknya satu tahun untuk setiap item teknis atau listrik.  Dikarenakan di beberapa situasi, rusaknya baterai bukan termasuk human error atau kerusakan dari sisi user nya tetapi karena daya tahan baterai yang kurang bagus. Untuk itu pastikan bahwa Anda mendapatkan layanan guarantee yang bertanggung jawab untuk sistem cadangan UPS Anda, jadi pastikan untuk mempertimbangkan memilih baterai dengan garansi selama mungkin. Harga Harga adalah pertimbangan terakhir yang harus dipertimbangkan oleh siapa saja yang ingin mendapatkan sistem cadangan UPS. Jika Anda ingin mencari UPS untuk diaplikasikan di data center, bank, rumah sakit, dan sebagainya, Anda perlu memilih UPS dengan daya yang besar walaupun jauh lebih mahal. Hal ini dikarenakan, jika dibandingkan dengan kerugian yang disebabkan oleh pemadaman listrik, lebih penting bagaimana UPS itu bekerja dengan baik daripada harga.  Namun jika Anda ingin menggunakan UPS untuk daya yang tidak terlalu besar layaknya penggunaan di rumah pada umumnya dan anggaran Anda terbatas, pertimbangkan untuk membeli UPS bekas atau refurbished dari penjual yang terpercaya. Ini dapat menjadi pilihan yang lebih terjangkau daripada membeli UPS baru. Selain itu jangan lupa bandingkan harga baterai dari berbagai merek dan toko online untuk mendapatkan penawaran terbaik. Tips Merawat Baterai UPS Periksa dan bersihkan baterai secara berkala. Periksa terminal baterai Anda untuk memastikan tidak ada korosi atau kotoran serta bersihkan terminal baterai dengan kain kering dan bisa gunakan sikat gigi kecil. Setelah itu periksa level elektrolit baterai dan tambahan air demineralisasi jika level elektrolit rendah. Untuk level elektrolit dan air demineralisasi ini hanya ditujukan untuk baterai tipe lead acid ya! Jaga suhu ruangan yang optimal. Normalnya, suhu ruangan ideal untuk baterai UPS berada di rentang antara 20°C dan 25°C. Untuk itu hindari penggunaan baterai atau penyimpanan yang langsung terpapar sinar matahari langsung dengan tingkat kelembapan tinggi. Serta, Anda perlu menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan lainnya untuk menjaga suhu ruangan tetap optimal. Lakukan pengisian daya baterai secara berkala. Untuk tipe baterai lead acid, Anda perlu melakukan pengisian daya secara berkala meskipun UPS tidak sedang digunakan. Dan tentunya Anda harus menggunakan charger yang kompatibel dengan baterai UPS Anda. Kalibrasi baterai secara berkala. Dengan adanya kalibrasi baterai, maka akan membantu memastikan pembacaan level baterai yang akurat. Anda perlu mengiIkuti petunjuk manual UPS Anda untuk melakukan kalibrasi baterai. Gunakan UPS dengan benar. Hindari membebani sistem catu daya tak terputus dengan daya yang berlebihan, selain itu matikan UPS jika sudah tidak digunakan dan jangan lupa menggunakan UPS pada voltase yang sesuai. Ganti baterai UPS jika sudah tua. Normalnya baterai UPS memiliki masa pakai rata-rata 3-5 tahun untuk baterai lead acid dan 10 tahun untuk baterai lithium-ion. Anda perlu mengganti baterai UPS jika sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan, seperti penurunan performa, runtime yang pendek, atau kebocoran. Memilih baterai UPS yang tepat…

Read More
October 25, 2023

Panduan Praktis Tentang Penggantian Baterai UPS Dengan Tepat

Ketahui panduan praktis tentang penggantian, perawatan baterai UPS dengan tepat. Baterai UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah komponen kunci dalam memastikan keberlanjutan pasokan listrik ketika terjadi pemadaman. Namun, baterai UPS tidak bersifat abadi dan perlu diganti secara teratur untuk memastikan kinerja yang optimal. Dalam panduan ini, kami akan memberikan tips praktis tentang kapan sebaiknya Anda mengganti baterai UPS dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. 1. Kapan Harus Mengganti Baterai UPS: a. Masa Pakai Umum: Baterai UPS umumnya memiliki masa pakai sekitar 3-5 tahun. Setelah periode ini,                            kemampuan baterai untuk menyimpan daya dengan baik mulai menurun. b. Tes Penggantian Berkala: Lakukan tes penggantian baterai UPS setidaknya sekali setiap tahun. Pengujian ini melibatkan            mengalirkan beban ke baterai untuk melihat seberapa baik baterai mampu mendukung beban            tersebut. c. Pemakaian Berat: Jika UPS Anda sering mengalami pemadaman listrik atau digunakan untuk memberi daya pada perangkat yang membutuhkan daya tinggi, baterai mungkin perlu diganti lebih sering. 2. Tanda-tanda bahwa Baterai UPS Harus Diganti: a. Sering Terjadi Pemadaman: Jika Anda mulai mengalami pemadaman listrik meskipun baterai UPS seharusnya mendukung             perangkat selama beberapa menit, ini adalah tanda bahwa baterai mungkin telah kehilangan             kapasitasnya. b. Durasi Daya Menurun: Jika durasi daya baterai UPS semakin pendek meskipun tidak ada peningkatan beban, ini                   menunjukkan bahwa baterai telah memudar dan perlu diganti. c. Suara Berisik: Jika baterai UPS mengeluarkan suara bising seperti peluit atau dentingan, ini bisa                             menandakan bahwa baterai telah mengalami masalah dan perlu diganti segera. d. Perubahan Warna atau Bengkak: Periksa fisik baterai secara berkala. Jika Anda melihat perubahan warna, bengkak, atau                     tanda-tanda kebocoran cairan, baterai harus segera diganti karena ini menunjukkan                         kerusakan internal. 3. Cara Mengganti Baterai UPS dengan Tepat: a. Pastikan Keselamatan: Sebelum mengganti baterai, pastikan untuk mematikan UPS dan perangkat yang                               dihubungkan dengannya. Kenakan peralatan pelindung diri seperti sarung tangan karet untuk             menghindari kontak dengan cairan baterai. b. Pilih Baterai yang Tepat: Pilih baterai pengganti yang sesuai dengan model dan merek UPS Anda. Baterai yang tidak                 cocok dapat mengurangi kinerja dan masa pakai UPS. c. Ikuti Panduan Produsen: Baca petunjuk penggantian baterai yang disediakan oleh produsen UPS. Setiap model                       mungkin memiliki prosedur penggantian yang sedikit berbeda. d. Pantau Kinerja Baterai Baru: Setelah mengganti baterai, lakukan pengujian untuk memastikan bahwa UPS berfungsi                     dengan baik dan mampu mendukung beban selama durasi yang diinginkan. Dengan menggantikan baterai UPS secara teratur dan memperhatikan tanda-tanda yang mengindikasikan kerusakan, Anda dapat memastikan bahwa UPS Anda tetap andal dan siap menjaga perangkat Anda terhadap pemadaman listrik yang tidak terduga. Penggantian baterai yang tepat waktu akan memastikan keberlanjutan operasional perangkat elektronik berharga Anda dan mengurangi risiko kerusakan akibat pemadaman listrik. Dengan perawatan baterai yang tepat, UPS Anda akan terus menjadi penjaga terpercaya untuk menjaga bisnis dan perangkat elektronik Anda berjalan dengan lancar. Jadi sudah tahu kan panduan untuk mengganti baterai UPS, kapan dan tanda tanda nya harus mengganti baterai UPS Anda? Pastikan menghubungi perusahaan yang tepat yang dapat membantu atasi masalah pada baterai dan UPS, segera hubungi kami Jpower.id untuk mendapatkan solusi dan penawaran harga terbaik seputar UPS, baterai UPS, Jasa Pengecekan, dll.

Read More

Search

Categories

  • Blog (72)
  • Diferensiasi (17)
  • keunggulan (38)
  • Manfaat (37)
  • Rekomendasi (21)
  • Technology (53)
  • Tips & Trick (28)
  • Uncategorized (1)

Tag

apa bedanya inverter dan ups apa itu inverter apc apc indonesia apc rbc apcups apc ups baterai ups battery ups cara kerja rectifier cara kerja surge arrester cara memilih ups cara merawat UPS datacenter fungsi ups inverter inverter vs stabilizer jenis baterai ups jespro jpower jpower ups kerusakan battery ups komputer manfaat surge arrester manfaatups manfaat ups mengganti baterai ups peran surge arrester power supply PSU rekomendasi baterai ups rekomendasi ups rekomendasi ups apc stabilizer tips membeli ups tips memilih ups tips mengganti baterai ups tips menjaga ups tips merawat baterai ups tips merawat UPS tips ups uninterruptible power supply ups ups apc ups apc indonesia

Kontak Kami

PT. Jespro Network Rent

Jl. Kebon Jeruk Raya, Komp. Kebon Jeruk Permai, Office Blok C No. 17. Jakarta 11530 Indonesia

  • sales@jpower.id